Home » blog » Cara Menentukan Harga Batik Tulis Madura
Sabtu, Juli 19th 2014. kategori: Blog

Harga batik tulis madura tidak hanya ditentukan oleh bahan kain yang digunakan.  Sebagian orang menganggap harga batik tulis tergantung bahan kain. Asumsi ini wajar bagi yang baru mengenal kain batik tanpa melihat jenisnya batik tulis, batik cap, atau printing.

Batik tulis umumnya penentu harga bergantung pada tingkat kerumitan motif, proses pembuatan, bahan pewarna yang digunakan, dan bahan kain. Di sini terlihat bahwa penentu harga batik tulis yang utama adalah motif. Seberapa besar tingkat kerumitannya akan menjadi penentu harga utama, disamping proses mulai dari pembatikan hingga pewarnaan. Demikian halnya dengan batik tulis madura yang dikenal memiliki ketajaman warna dan varian motif yang beragam.

Proses pembuatan menduduki urutan kedua dalam penentu harga batik tulis. Kendati pemakai atau konsumen batik madura tidak begitu peduli atau mungkin juga tidak tahu bagaimana proses pembuatan batik, namun bagi perajin ini penting karena terkain dengan waktu dan biaya produksi. Wal hasil, urusan proses menjadi milik perajin sendiri.

Batik tulis dengan tingkat kerumitan tinggi memerlukan proses panjang hingga siap dijadikan baju maupun untuk sekedar koleksi. Proses itu bisa mencapai berkali-kali pewarnaan, pencelupan, dan pembatikan. Jika dirunut alurnya seperti ini: pembuatan pola – pembatikan – pewarnaan (pencelupan) – pembatikan (tahap 2) – pewarnaan kembali (tahap 2) – pelorotan. Proses pembatikan dan pewarnaan ini bisa berulang-ulang tergantung berapa warna yang ingin dihasilkan.

Baca juga: Batik Madura Menembus Pasar Dunia

Batik Madura dengan Proses Gurik

Batik Madura Proses Gurik

Proses tersebut akan makin panjang untuk batik dengan proses gurik. Proses gurik adalah pembuatan batik dengan cara batik yang telah dilorot (pelepasan malam/lilin batik) dibatik lagi sehingga menghasilkan warna yang kuat.  Batik jenis ini harganya relatif mahal dibanding yang tidak memalui proses gurik. Sekedar catatan, penjual batik yang kurang paham tentang proses ini seringkali menyebutnya motif gurik. Sejatinya, gurik bukanlan nama motif tapi merupakan sebutan untuk batik tulis yang dibuat melalui  proses pelorotan kemudian dibatik kembali. Proses ini biasanya untuk batik motif klasik tradisional dengan variasi warna yang kaya dan kuat.

Bahan pewarna juga turut andil dalam penentu harga batik tulis. Bermacam-macam bahan pewarna sintetis seperti: remasol, napthol, dan indigosol memiliki karakter berbeda-beda. Bahan pewarna indigosol dipandang sebagai bahan pewarna sintetis yang paling baik karena keunggulannya dalam merekat kuat pada kain. Bahan pewarna alami, kendati tingkat warnanya kurang cerah bahkan cenderung redup tapi punya nilai lebih karena tahan lama.  Pewarna jenis ini bisa dibuat dari bahan alam yang diperoleh dari hasil ekstrak berbagai bagian tumbuhan seperti daun, bunga, kayu, umbi, akar, dan biji.  Misalnya daun nila, daun jambu klutuk/jambu biji, kulit pohon soga,  kayu tegeran, daun teh, akar mengkudu, kulit soga jambal, getah pohon mangrove, kunyit, dll.  Namun, karena sulitnya membuat bahan pewarna alami, biayanya pun terbilang mahal,jenis pewarna ini kurang populer.

Kemajuan teknologi telah menggeser pewarna alami dalam pembuatan batik tulis. Perajin batik lebih memilih bahan pewarna sintetis yang praktis dan mudah didapat. Demikian halnya dengan batik tulis madura kendati masih ada perajin yang mempertahankan bahan pewarna alami dalam skala kecil.  

Batik Madura Motif Baru

Keranjang Belanja
Item di keranjang: 0
Subtotal: Rp0
Selesai Belanja
supplier agen batik
Hubungi Kami
kain-batik.com
Batik Tulis Madura Online
Termurah Se-Indonesia
JL. Basar III/17 Pamekasan
Madura, Jawa Timur
Telp. 0324-333805
 SMS Center/Call. 087750550821
BBM 276B3B1E 
WA 087750550821 
Pengiriman

Kain Batik

Pembayaran

Kain Batik Murah